Agar setiap Test Case berjalan efektif dan berbiaya rendah, alangkah baiknya rancangan Test Case dibuat berdasarkan hasil analisa terhadap sumber-sumber data berikut ini:
- Requirements and functional specifications, adalah dokumen yang berisikan daftar spesifikasi untuk aplikasi yang sedang kita kembangkan. Dokumen ini disusun pada tahap awal, biasanya sebelum proyek berjalan atau masih dalam tahap proposal dan kemudian harus ditanda-tangani oleh klien sesaat sebelum proyek resmi berjalan. Dengan memahami spek secara akurat, software tester akan dapat merancang Test Case yang lebih efektif.
- Source code akan menjelaskan lebih mendalam actual behaviour sebuah aplikasi/software, yaitu bagaimana sih proses yang sesungguhnya terjadi untuk melakukan perhitungan 2 pangkat 2. Mulai dari deklarasi variabel, fungsi apa saja yang terlibat, jika error terjadi maka algoritma apa yang akan berjalan selanjutnya. Dengan memahami source code secara mendalam, software tester akan dapat merancang Test Case yang lebih efektif.
- Input and output domains menjadi faktor yang diperhatikan saat ini. Dulu kebutuhan orang dalam memaanfaatkan sebuah aplikasi/software tidaklah serumit saat ini. Sehingga apa saja yang diinput oleh user tidak perlu di validasi kembali. Coba anda buka program kalkulator yang ada di windows. Lalu input 1 dibagi 0. Apa yang terjadi ??? Akan ada pesan "cannot divide by zero". Nah pertanyaan selanjutnya, apakah sistem akan membagi 1 dengan 0 terlebih dulu lalu kemudian pesan itu tampil, atau sebaliknya yaitu menampilkan pesan dulu dan tidak melanjutkan proses pembagian 1 dengan 0 ??? Saya memilih jawaban yang terakhir. Karena program kalkulator di windows akan melakukan validasi input dulu baru memproses perhitungan. Beda dengan kalkulator tukang cabe yang perhitungan tersebut akan tetap dijalankan prosesnya. Alhasil error.
- Operational profile mengacu pada sifat dan karakteristik pengoperasian sebuah sistem/aplikasi/software. Ada user yang lebih memilih mengurus setting-an dulu, baru kemudian menggunakan fitur-fitur yang lain. Atau ada juga yang sebaliknya. Pemahaman terhadap operational profile akan menghasilkan samples of system usage yang akan menjadi panduan bagi software tester dalam memilih Test Case yang tepat.
- Fault model adalah permodelan dalam menemukan sebuah error/fault/bugs. Permodelan ini terbentuk setelah kita mengamati beberapa fault yang terjadi pada sebuah sistem/aplikasi/software. Ada pepatah "Jadikan kesalahan masa lalu sebagai pengalaman yang berharga untuk masa depan". Pepatah ini sejalan dengan teori Fault Model. Ada 3 jenis fault-based testing yaitu error guessing, fault seeding dan mutation analysis.
Demikian yang bisa saya share kepada rekan-rekan. Tiada gading yang tak retak. Ditunggu koreksi dari anda.
Blog ini adalah milik komunitas, maka bagi siapa saja yang berniat menyumbangkan ilmunya dengan senang hati kami terima. Silahkan kirim artikel dan biodata anda dalam bentuk PDF ke firman.efendi@gmail.com.
To be Continued
No comments:
Post a Comment