Friday, January 7, 2011

Software Testing and Quality Assurance : Apa itu Test Case ? (Article #2)

firman.efendi@gmail.com

Masih melanjutkan pembahasan tempo hari mengenai Software Testing , hari ini kita akan membahas mengenai Test Case. Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Pendahuluan (Article #1).

Pengujian Piranti Lunak diselenggarakan dalam rangka mendeteksi cacat-cacat yang mungkin ada/timbul dalam sebuah software design. Lalu bagaimanakah cara kita melihat adanya cacat dalam sebuah piranti lunak ? Caranya yaitu dengan membandingkan antara perilaku sesungguhnya (actual behavior) terhadap spesifikasi yang dibutuhkan (specific requirements) sebuah piranti lunak. Anggap kita sedang mengembangkan sebuah program kalkulator sederhana yang bisa menghitung nilai kuadrat (pangkat 2). Sesuai dengan spesifikasi, nilai 2 kuadrat (2 pangkat 2) akan menghasilkan nilai 4. Nah, berapakah hasil yang akan kita dapat ketika kita menginput angka 2 pada kalkulator ? Jika hasilnya 4, maka piranti lunak yang telah kita rancang telah bekerja secara normal sesuai dengan spesifikasi yang kita butuhkan. Akan tetapi, jika hasilnya selain 4, maka dipastikan piranti lunak anda mengandung bugs atau kesalahan algoritma.

Contoh diatas adalah ilustrasi sederhana dari Test Case. Secara sederhana Test Case dapat didefinisikan sebagai pasangan <input dan output>. Test Case untuk aplikasi Kalkulator diatas adalah :

<2 4>
<3 9>
<4 16>

Jika kita input 2 hasilnya 4, input 3 hasilnya 9, dan terakhir input 4 hasilnya 16, maka kesimpulan yang dapat diambil dari aktivitas Software Testing yang baru saja kita kerjakan adalah program Kalkulator tersebut telah berfungsi sesuai dengan spesifikasi atau dengan kata lain "bebas bugs".

Apa yang baru saja kita bahas adalah bentuk sederhana dari sebuah pengujian terhadap piranti lunak. Perlahan-lahan akan kita bahas secara detail baik teknis dan non teknis.

To be continued.

No comments:

Post a Comment