Apa yang menjadi pertimbangan utama anda sebelum membeli sebuah produk ? Saya yakin bahwa sebagian besar dari pembaca artikel ini akan menjawab kualitas. Anda akan merasa puas manakala produk yang telah anda beli memiliki kualitas sesuai dengan yang anda harapkan. Apalagi jika anda membelinya dengan harga yang terjangkau. Setelah itu saya yakin anda akan dengan senang hati merekomendasikan produk tersebut kepada rekan-rekan anda.
Fakta bahwa kualitas mempengaruhi keputusan pembeli sudah tentu itu disadari oleh produsen. Mereka akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk untuk memperoleh market share yang lebih banyak dari pesaing. Kondisi seperti ini juga pasti berlaku di industri IT. Siapa sih yang mau memakai software yang dipenuhi bugs di sana sini ?
Test Process Improvement dan Test Maturity Model
Software Testing memainkan peranan penting dalam Industri IT. Keberadaanya dalam proses pengembangan piranti lunak tidak boleh diabaikan. Berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan oleh pengembang untuk memperbaiki error, fault, dan bugs yang ditemukan pengguna. Memperbaiki bugs/error/fault yang ditemukan di fase akhir yaitu distribusi produk akan menghabiskan biaya 50x lipat bahkan lebih dibandingkan dengan perbaikan pada fase unit. Untuk meningkatkan proses/mekanisme pengujian piranti lunak agar mencapai taraf optimum, maka para peneliti dan akademisi telah mengembangkan beberapa permodelan yaitu Test Process Improvement dan Test Maturity Improvement. Kedua permodelan tersebut merupakan framework bagi para software tester dalam mengoptimumkan proses pengujian terhadap piranti lunak.
Nah, itu dulu yang dapat saya sharing kepada rekan-rekan.
To be continued.
No comments:
Post a Comment