Tuesday, April 12, 2011

Zend Framework : Konfigurasi dengan Zend_Config (Article #3)

firman.efendi@gmail.com

Sebelum membaca artikel ini, sebaiknya rekan-rekan PHPer membaca kembali pembahasan kita sebelumnya tentang Zend Framework, yaitu artikel yang berjudul Zend Framework : Mari membuat aplikasi web sederhana (Article #2) 

Pada file index.php kita akan menemui baris kode seperti berikut :

$application = new Zend_Application(
                   APPLICATION_ENV,
                   CONFIG_PATH . DS . 'config.ini'
               );

Pertama kali yang dilakukan adalah membuat sebuah Class Object yang diberi label $application. Class Object $application merupakan Class Object Zend_Application yang telah di-create dengan sintaks new.

Untuk inisialisasi, Zend_Application mengambil nilai APPLICATION_ENV dan path file konfigurasi sebagai parameternya. Apa saja yang dikerjakan oleh Class Constructor Zend_Application pada saat inisialisasi ? Berikut ini adalah kode programnya. FYI, versi Zend Framework yang saya gunakan dalam contoh ini adalah 1.10.0


(Klik screenshot untuk Zooming)

Class Constructor diatas menerima 2 parameter, yaitu $environment dan $option, dimana nilai default $option adalah null. Dengan demikian, sebuah aplikasi tidak mesti/kudu/harus memiliki konfigurasi. Saya akan coba jelaskan baris kode diatas dengan sederhana.

Line 78 :
Parameter APPLICATION_ENV akan di simpan dalam object property $_environment. Nilai APPLICATION_ENV untuk contoh aplikasi ini adalah 'production'. Anggap saja aplikasi yang kita bahas sekarang telah berada pada fase 'production'. Object property $_environment memiliki peranan yang besar dalam menentukan konfigurasi seperti apakah yang akan dipakai pada saat aplikasi sedang running. Silahkan merujuk ke subtitle Inheritance in Configuration untuk penjelasan yang lebih rinci.

Line 80-81 :
Autoloader diaktifkan. Autoloader merupakan komponen dasar dalam praktek OOP (Object Oriented Programming) di Zend Framework.
Setelah membahas Zend Config kita akan membahas Zend Loader untuk menjelaskan fungsi dan peran Autoloader.

Line 83-92 :
Pada baris kode ini akan terjadi proses pengolahan data konfigurasi yang pertama kali. Catatan : parameter $option harus berbentuk string, atau object Zend_Config, atau array. Jika parameter berbentuk string, maka nilai dari parameter tersebut adalah path dari file konfigurasi. File konfigurasi yang diizinkan adalah yang berekstensi .ini, .xml, .php, .inc !
Pada aplikasi web yang sedang kita jadikan contoh saat ini, file konfigurasinya adalah config.ini dan pathnya adalah 'C:\Program Files\Apache Software Foundation\Apache2.2\htdocs\application\etc' (lihat artikel #2). So, nilai dari parameter $option (pada contoh ini) adalah 'C:\Program Files\Apache Software Foundation\Apache2.2\htdocs\application\etc\config.ini'

Inheritance in Configuration

Saturday, April 9, 2011

PEAR : Instalasi paket via PEAR Package Manager

firman.efendi@gmail.com

Minggu lalu kita telah membahas bagaimana cara menginstall PEAR Package Manager. Dan sekarang kita akan membahas bagaimana caranya menginstall paket-paket yang tersedia di repository menggunakan PEAR Package Manager. Syarat mutlak yang harus dipenuhi pertama kali sebelum memulai installasi adalah koneksi internet. Kita perlu koneksi internet untuk mengakses server yang menjadi repository.

Server yang menjadi repository disebut juga dengan istilah Channel Server. PEAR Package Manager secara default akan merujuk ke channel pear.php.net untuk PEAR dan ke channel pecl.php.net untuk PECL (PHP Extension Community Library). Bagaimana cara melihat daftar channel server yang tersedia di PEAR Package Manager ? Yaitu dengan mengetik command line di bawah ini pada Windows Command Prompt.

C:\> pear list-channels

Dan dibawah ini adalah screenshot yang merupakan output dari command line di atas



Daftar Paket

Untuk mengetahui paket-paket apa saja yang mungkin berguna bagi anda, silahkan klik tautan ini http://pear.php.net/packages.php atau dengan cara manual, yaitu ketik command line di bawah ini

C:\> pear list-all


Installasi PHP CodeSniffer

Jika anda seorang PHP Developer yang kerjaannya sehari-hari hanya berkutat dengan kode program, maka PHP CodeSniffer adalah salah satu tools yang efektif bagi anda.

Apa itu PHP CodeSniffer ? 

Yaitu sebuah tools berbasis PHP yang akan membantu anda dalam menilai atau memeriksa apakah file PHP, CSS, dan Javascript yang anda buat telah sesuai atau belum dengan Coding Standard yang anda terapkan.

Cara menginstall PHP_CodeSniffer dengan menggunakan PEAR Package Manager, yaitu adalah dengan mengetik commande line dibawah ini pada Windows Command Prompt

C:\> pear install --alldeps PHP_CodeSniffer

--alldeps adalah sebuah opsi dimana seluruh Dependency Package akan juga ikut di-install bersamaan dengan PHP CodeSniffer. Dibawah ini adalah screenshot hasil output command line diatas.



Excellence !!! Kita telah berhasil menginstall salah satu paket yang ada di repository, tepatnya di channel server pear.php.net


UnInstallasi PHP CodeSniffer

Bilamana anda sudah merasa tidak memerlukan lagi paket yang telah anda install, maka anda bisa melakukan proses uninstallasi via PEAR Package Manager. Caranya adalah dengan mengetik command line di bawah ini pada Windows Command Prompt :

C:\> pear uninstall PHP_CodeSniffer

Di bawah ini adalah screenshot yang memperlihatkan output dari command line diatas



Untuk sementara, hanya segini yang bisa saya share ke rekan-rekan PHPer Indonesia. Semoga jayalah selalu komunitas Programmer PHP Indonesia